12/02/2009
10/04/2009
pelukis malam

pelukis malam bernyanyi mengiringi jalan berliku, menjadi orang lain dan tidak bisa menjadi diri sendiri.. jangan lagi lukisan itu di nodai oleh semua darah yang kau berikan .. pelukis malam adalah pejalan kaki sepi dan resah ..
biar ..
jangan sentuh tubuhnya dengan kusamnya hatimu..dia adalah pemimpi yang berpaling dari realita .. berjalan kearah timur.. tempat dimana semua pengkhianatan menjadi peradaban yang tidak bermoral..
ada alasan menyeringai di sel tubuhnya ..serupa harimau mengaum saat ingin memangsa
seperti busuknya anjing hitam di jalan kusam ..
sudah tinggalkan saja ..
semuanya hanya khayalan yang di buat - buat untuk menutupi realita yang pernah di bungkam.
rasa-rasanya sudah seperti pembohong yang menjadi pengemis di jalan, menapaki aspal terjal berliku, semunya seperti fatamorgana, paradigma dunia menjadi pertanyaan yang jelas dimana semua menjadi sampah ketika pikirannya terbang melayang menjadi roh tak beretika.
sudah ..
akhiri saja ..
meski dia melebihi panglima perang
tapi tetap dia adalah pertapa kehilangan jejak.
sajaknya terlukis di kelamnya malam gulita.
perhatikan ..
bintang sayu itu menatapnya dengan air mata.
akhiri saja perjalanan ..
yang memilukan dan mnyedihkan ini.
Selanjutnya...
malam perselingkuhan
tertulis di bibir waktu yang bengis
ucapan yang rentan usia
memakna dalam setiap air mata
menangis ucapan perselingkuhan
pada wanita gatal penghias kabut malam
sepi yang menggoda
menyanyikan lagu ibu pertiwi di ganti dengan nada rendah dan tempo cepat
seperti iringan musik setan di tempat sampah yang busuk
tangisan memilukan para pezina seperti lolongan srigala di atas kuburan para pecundang.
biarkan sepi hingga tak ada suara kotormu lagi menghiasi ruangan suci ini .
jangan lagi kembali
mulutmu berbusa saat janji kau tawarkan menjadi sampah
seperti penyihir laknat di malam para pengkhianat
anjing hitam akan perlahan mencintaimu di malam purnama ini
Selanjutnya...
5/06/2009
si muka dua
di buang lalu di caci dalam kehidupan kotor ini, karena memang pembohong adalah kotoran sampah yang menghina sepi waktu menyendiri dan saat-saat terakhir berjumpa dengan kematian, pergilah aku sudah tidak mau mematuhi semua perbuatanku yang kau kira lebih munafik dari pada setan dan pelacur pinggiran itu, aku pernah merasa di sudutkan dalam dunia realita yang sempit ini dan rasanya sangat menyakitkan saat melalui hari-hari sendiri dengan tingkah laku yang bodoh dan bego, pergilah karena memang kemunafikan ada dalam sisi hidupku, di jauhi dari kehidupan dan apakah selamanya akan tercipta saat kepatuhan memang harus ada, di jauhi dan di benci sangat menyakitkan tapi aku masih tetap tak bisa taat dalam kepatuhan dan bukan aku saja yang busuk tapi mereka juga lebih busuk dan munafik walaupun aku bukan harapan mereka satu-satunya untuk masa depan dan aku masih bingung siapa pengkhianat sebenarnya di antara kita.Selanjutnya...
2/17/2009
SILATURAHMI MALAM
Lalu kau sebut apa tentang semua ini
Yang membuatku terbakar dalam api kemarahan
Memakan bangkai waktu yang terpecah menjadi dua
Tahajud yang memilukan
Doa yang tak lagi bersimpuh
Mungkin jawabku sudah mati dalam tanya
Meski mencoba untuk merengkuh waktu
Ah ... apa pula yang di tunjukkan malam ini
Aneka perselingkuhan di suguhkan
Bermacam keraguan di buat menjadi film pendek yang berdurasi 4 jam
Sampai subuh menjelang dan kokok ayam bernyanyi dalam kesepian hari
Semua seperti sandiwara dunia kotor dan harap cinta yang bajingan
Dan pelacur murahan yang menjajakan tubuh kepasrahnnya
Malam ini seperti pertunjukkan
Malam ini perselingkuhan di mulai
Dan Undang – Undang HAM di cap pas di dahi
Agar semua tahu bahwa inilah pekerjaan yang tak pernah tertinggal
Menjadi artis dalam pertunjukan malam
Dan penduduk langit adalah penontonnya
Tapi aku adalah manusia yang menangis saat di malam ini terjadi begitu saja
Perselingkuhan malam dalam setiap silaturahmi yang hilang
Silaturhami kelamin yang berteriak memuja kuburan yang tertidur di atas pangkuan cinta
Dan berbau seperti mesiu para pasukan perang
Hah.. sudahlah
Tidurlah dan nikmati mimpi itu
SESAL YANG BERHARAP
Bawa rinduku pergi
Di tempatmu berpaling
Agar rasa yang tertinggal bercampur menjadi satu
Meski saat kau tahu kenapa ini bisa terjadi
Robekan hati yang terpecah tak lagi menjadi luka yang dalam
Meski aku tahu kau dengan sebuah pertanyaan yang agak rumit
Berjalan berdua lalu mengubah malam menjadi malam petir
Sedikit rumit dan tak meyakinkan hati
Sayang ....
Tak selamanya aku mampu bertahan seperti ini
Tak selamanya pula akau mampu berdiam diri seperti ini
Putuskan sesuatu dan hadapkan aku dalam dua pilihan
Agar aku bisa pergi dengan tenang tanpa beban
Atau kau bunuh saja aku
Agar setiap langkah tidak selalu keliru
Putuskan segera sayang
Aku menunggumu
Menunggu sebuah kebencian yang akan segera datang
Menyusul sebuah kematian yang menghilang dalam kelam
Bangkalan, 07 februari2009
FAHMIE AHMAD
Selanjutnya...














